Model Spasial Data Panel dalam Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat
Spatial Data Panel Model in Analyzing Factors Affecting Poverty in Kalimantan Barat Province
DOI:
https://doi.org/10.57059/formasi.v4i1.71Kata Kunci:
pengaruh lokasi, angkatan kerja, angka partisipasi sekolahAbstrak
Kemiskinan merupakan suatu masalah kompleks dan multidimensi di banyak negara termasuk Indonesia yang mencakup kurangnya akses terhadap sumber daya ekonomi, pendidikan, maupun layanan kesehatan yang memadai. Pada tahun 2023 di Provinsi Kalimantan Barat, persentase jumlah penduduk miskin sudah mengalami penurunan menjadi sebesar 7,03%, sedangkan target dari RPJMD Provinsi Kalimantan Barat yaitu 6,92%. Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam mengatasi permasalahan ini yaitu dengan menentukan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemiskinan. Fokus pada penelitian ini yaitu dengan pendekatan ekonometrika panel spasial terhadap persentase jumlah penduduk miskin. Dengan pemodelan ini bisa diperoleh efek dari periode waktu serta efek spasial terhadap persentase penduduk miskin pada kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat. Faktor-faktor yang dianalisis terdiri dari empat sektor yaitu pendidikan, sosial, kesehatan dan ketenagakerjaan. Pada regresi data panel, model yang diperoleh dari penelitian ini yaitu random effect. Kemudian pada pengujian dari efek spasial diperoleh bahwa terdapat autokorelasi spasial serta terdapat ketergantungan spasial terhadap error. Sehingga analisis dilanjutkan menggunakan spatial error model-random effect (SEM-random effect). Pengaruh antar lokasi atau dalam hal ini kabupaten/kota diukur dengan matriks pembobot spasial queen contiguity. Dari model yang terbentuk, diperoleh bahwa kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat yang saling berdekatan memiliki pengaruh terhadap penurunan persentase jumlah penduduk miskin. Terdapat dua variabel atau faktor yang signifikan berpengaruh terhadap persentase jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Barat. Angka Partisipasi Sekolah berpengaruh secara positif, sedangkan persentase penduduk bekerja terhadap angkatan kerja berpengaruh negatif terhadap persentase jumlah penduduk miskin.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Hairil Al-Ham, Neva Satyahadewi, Nur Asih Kurniawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

