Jurnal Forum Analisis Statistik (FORMASI) https://www.jurnal.bpskalbar.com/index.php/jsa <p><strong>Jurnal Forum Analisis Statistik (FORMASI)</strong> dikelola oleh <a title="Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat" href="https://kalbar.bps.go.id/" target="_blank" rel="noopener">Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat</a> sebagai wadah publikasi artikel ilmiah pejabat fungsional statistisi, akademisi dan praktisi bidang kajian statistika dan terapannya. Untuk menjaga kualitas dari artikel yang dipublikasikan oleh Jurnal FORMASI, kami senantiasa melakukan evaluasi berkala. Jurnal FORMASI saat ini berkomitmen untuk menerbitkan 2 terbitan jurnal setiap tahunnya, yaitu pada Juni dan Desember.</p> Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat id-ID Jurnal Forum Analisis Statistik (FORMASI) 2808-2605 Methodological Comparison of Frequentist and Bayesian Two-Sample Tests on Regional Socioeconomic Disparities in Indonesia https://www.jurnal.bpskalbar.com/index.php/jsa/article/view/138 <p><em>The socioeconomic gap between Western Indonesia and Eastern Indonesia is a persistent challenge in the national development agenda. This study has two main objectives: (1) to empirically compare poverty levels and income inequality (Gini ratio) between the western region (Sumatra, Java, Bali) and the eastern/other regions of Indonesia using hypothetical data from 38 provinces in 2025; and (2) to conduct a systematic comparative analysis of five independent two-sample statistical tests (frequentist and Bayesian tests) to evaluate their consistency and applicability. The results confirm statistically and substantively significant disparities, particularly in rural poverty and inequality, with eastern regions exhibiting much higher levels. The comparative analysis shows a high degree of convergence among the existing statistical tests; most methods produce the same substantive conclusions, reinforcing the validity of the findings. However, methods robust to assumption violations, such as the Brunner-Munzel Test, proved to provide more reliable results theoretically. Through Bayes Factor calculations, the Bayesian approach offers a more nuanced measure of evidence strength than p-value-based binary decisions, allowing for the quantification of evidence for both alternative and null hypotheses.</em></p> Pardomuan Robinson Sihombing Hak Cipta (c) 2025 Pardomuan Robinson Sihombing https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 5 2 60 70 10.57059/formasi.v5i2.138 Analisis Model Markov Switching Autoregressive (MSAR) dalam Meramalkan Nilai Tukar Petani di Provinsi Jawa Timur https://www.jurnal.bpskalbar.com/index.php/jsa/article/view/134 <p>Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan, penyerapan tenaga kerja, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pada tahun 2023, sektor ini menyumbang 12,40% terhadap PDB dan menyerap 29,96% tenaga kerja. Namun, sebagian besar pelaku di sektor ini masih tergolong miskin dan rentan terhadap kemiskinan. Kesejahteraan petani diukur melalui Nilai Tukar Petani (NTP), di mana nilai di atas 100 mengindikasikan tingkat kesejahteraan yang relatif baik. Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional menunjukkan fluktuasi NTP selama periode 2019–2024 dengan pola kenaikan dan penurunan yang bergantian. Ketidakstabilan ini menegaskan perlunya analisis pola dan peramalan NTP untuk memperoleh gambaran kecenderungan nilai di masa mendatang sebagai dasar perumusan kebijakan peningkatan kesejahteraan petani. Penelitian ini menggunakan data NTP Provinsi Jawa Timur pada Januari 2019 hingga Desember 2024 yang kemudian diubah ke dalam bentuk <em>return</em>, dengan analisis peramalan menggunakan metode <em>Markov Switching Autoregressive</em> (MSAR). Selain dapat meramalkan NTP pada periode berikutnya (2025), MSAR dapat menentukan peluang suatu <em>regime</em> dapat bertahan atau berpindah ke <em>regime</em> lain. Data dibagi menjadi data <em>training</em> dan data <em>testing</em>. Hasil analisis dari data <em>training</em> didapatkan model MSAR terbaik yaitu MS(3)AR(1). Selain meramalkan NTP pada periode 2025, model tersebut juga digunakan untuk melihat peramalan pada periode 2024 yang kemudian dibandingkan dengan data aktual <em>testing</em> untuk melihat seberapa akurat model dalam melakukan peramalan. Berdasarkan perhitungan antara hasil peramalan data <em>testing</em> dan data aktual <em>testing</em> didapatkan nilai MAPE sebesar 1,59% yang menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik.</p> Imro'atun Sholihah Ayu Septiani Umam Hidayaturrohman Hak Cipta (c) 2025 Imro'atun Sholihah, Ayu Septiani, Umam Hidayaturrohman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-03 2026-02-03 5 2 71 88 10.57059/formasi.v5i2.134 Positioning of Potential Rice Production Areas in Kalimantan Barat: A Multidimensional Scaling Approach https://www.jurnal.bpskalbar.com/index.php/jsa/article/view/110 <p>Food security in Kalimantan Barat remains relatively low, as the province ranks 24th out of 34 provinces in Indonesia. This condition is reflected in declining indicators of food availability and affordability, along with a continuously increasing food poverty line, in which rice—the main staple food—constitutes the largest contribution. When staple food demand cannot be adequately met, households are more likely to fall into poverty, adversely affecting education, health, and overall socio?economic stability. Therefore, this study aims to identify areas with potential rice production in Kalimantan Barat using a positioning approach visualized through a two?dimensional configuration map. The analytical method employed is Multidimensional Scaling (MDS).The results show that two regions located in Quadrant I possess high agricultural potential with optimal utilization. Five regions in Quadrant II exhibit relatively limited agricultural capacity (smaller harvested areas and modest total output) but comparatively higher productivity, reflecting more advanced resource utilization. Four regions in Quadrant III are characterized by limited agricultural potential across all indicators, while three regions in Quadrant IV demonstrate considerable rice production potential (large harvested areas and high total output) that has not yet been optimally utilized due to low productivity. Consequently, regencies and municipalities located in Quadrants III and IV should be prioritized by policymakers to ensure more targeted and effective agricultural development strategies.</p> Syfriza Davies Raihannabil Hak Cipta (c) 2025 Syfriza Davies Raihannabil https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-20 2026-02-20 5 2 89 101 10.57059/formasi.v5i2.110 Paradoks Bonus Demografi Terhadap Stagnasi Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Barat https://www.jurnal.bpskalbar.com/index.php/jsa/article/view/113 <p>Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang sedang berupaya mengoptimalkan peluang bonus demografi yang secara teoretis berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, menjelang periode puncak bonus demografi, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat justru cenderung stagnan. Kondisi ini diduga berkaitan dengan masih terbatasnya kualitas keahlian sumber daya manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas keahlian manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan mengacu pada teori pertumbuhan ekonomi neoklasik, penelitian ini menerapkan model regresi data panel menggunakan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat periode 2020–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat signifikansi 5 persen, akses internet dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. Namun demikian, IPM terbukti berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, yang mengindikasikan bahwa kualitas keahlian sumber daya manusia di Kalimantan Barat masih relatif rendah dan belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara optimal.</p> Cici Suria Aldi Firmansyah Hak Cipta (c) 2025 Cici Suria https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-26 2026-02-26 5 2 102 112 10.57059/formasi.v5i2.113 Perbandingan Metode Decision Tree dan Naïve Bayes dalam Data Mining untuk Klasifikasi Data Penyakit Tuberculosis di Indonesia https://www.jurnal.bpskalbar.com/index.php/jsa/article/view/133 <p>Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan angka kasus dan kematian yang tinggi. Indonesia memiliki jumlah kasus TB tertinggi kedua di dunia setelah India, menyumbang sekitar 10% dari kasus global. Data dari Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa jumlah kasus TB diperkirakan melebihi satu juta per tahun, dengan ratusan ribu kematian. Oleh karena itu, analisis data yang lebih baik diperlukan untuk mendukung strategi pengendalian dan pencegahan TB. Studi ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penyebaran TB di berbagai kabupaten/kota di lima provinsi dengan kasus TB tertinggi di Indonesia menggunakan perbandingan metode <em>Decision Tree</em> dan <em>Naïve Bayes</em> dengan menggunakan data TB dari tahun 2021 hingga 2024. Dataset mencakup variabel seperti usia, kepadatan penduduk, dan layanan kesehatan. Tahapan penelitian meliputi pra-pemrosesan data, konversi data numerik ke data kategorikal, dan validasi menggunakan <em>K-Fold Cross Validation</em>. Kinerja model dievaluasi menggunakan Matriks Konfusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode <em>Decision Tree</em> memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi (76,63%) dibandingkan metode <em>Naïve Bayes</em> (63,27%), Keunggulan <em>Decision Tree</em> dalam mengidentifikasi usia sebagai prediktor utama menunjukkan kemampuannya dalam memodelkan pola data TB yang kompleks.</p> Putri Dewi Febrianti Alissa Chintyana Ristu Haiban Hirzi Hak Cipta (c) 2025 PUTRI DEWI FEBRIANTI, Alissa Chintyana, Ristu Haiban Hirzi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-27 2026-02-27 5 2 113 124 10.57059/formasi.v5i2.133 Strategi Pemetaan Kemiskinan Berbasis Segmentasi: Studi Kasus Provinsi Kalimantan Barat dengan Finite Mixture SEM-PLS https://www.jurnal.bpskalbar.com/index.php/jsa/article/view/117 <p>Kemiskinan merupakan persoalan pembangunan multidimensi yang dipengaruhi berbagai faktor sosial-ekonomi. Di Provinsi Kalimantan Barat, diperlukan pemodelan yang mampu memvalidasi indikator sekaligus menangkap heterogenitas karakteristik wilayah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi indikator kemiskinan yang valid dan reliabel serta mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan karakteristik laten menggunakan data BPS tahun 2023. Analisis dilakukan dengan SEM-PLS dan Finite Mixture in PLS (FIMIX-PLS). Dari 19 indikator, 12 indikator dinyatakan valid dan reliabel. Model struktural menunjukkan tiga hubungan signifikan: Ekonomi?Kemiskinan, Kesehatan?Pendidikan, dan Pendidikan?Ekonomi. Hasil FIMIX-PLS membagi wilayah menjadi empat segmen dengan pola dominan berbeda, yaitu Kesehatan?Pendidikan, Kesehatan?Ekonomi, Ekonomi?Kemiskinan, serta Pendidikan?Ekonomi. Temuan ini menegaskan perlunya strategi penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah sesuai profil laten masing-masing wilayah.</p> Ray Tamtama Yohanna Gabriell Richsita Neva Satyahadewi Cindy Angelina Hendra Perdana Hak Cipta (c) 2025 Ray Tamtama, Yohanna Gabriell Richsita, Neva Satyahadewi, Cindy Angelina, Hendra Perdana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-03-12 2026-03-12 5 2 125 141 10.57059/formasi.v5i2.117